Novel – Grand-Grand [Enam]

nenek

Nenek bukanlah manusia unik yang harus kami elu-elukan. Dia hanya orang baik. Keinginannya sangat sederhana. Dia hanya ingin kami selalu menjaganya. Memadamkan kekhawatirannya. Membuatnya selalu merasa tenang ketika duduk, diam, dan berjalan. Hingga dia dapat merasakan bahwa kami adalah sumur kebahagiaan hidupnya. Sementara kami  terlalu sibuk dan berputar dalam lingkaran hidup kami masing-masing. Dia pernah berpesan begini kepadaku, “Tidak ada gunanya kita bersusah payah siang malam bekerja, jika kita sering melupakan ibadah, sering meninggalkan sholat”. Seperti menggali lubang-lubang di gurun, dimana mata air yang diharapkan hanyalah sebuah mimpi. Bahkan angin yang memenuhi lubangnya sudah tidur terlalu lama. “Kita hidup harus seimbang. Gunakan semua indramu untuk selalu bersyukur kepada-Nya”.

[source image: google.com]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s