Novel – Mata Emas [Empat]

[salah monyet] Bagaimana yah menggambarkan sosok seorang monyet. Sifat buruknya yang kulihat, suka mengambil sesuatu yang bukan haknya. Mereka seperti selalu kehausan. Kebanyakan dari mereka hidup di kebun-kebun yang belum tentu milik mereka, dan hutan-hutan yang sudah pasti milik kerajaan. Berani sekali kamu berbicara begitu, kata mereka marah. Kamu berani bilang begitu karena kamu belum bermetamorfosis menjadi monyet gendut. Kenyataannya, sekarang memang banyak monyet yang gendut karena terlalu banyak makan, makan temannya sendiri. Aku melihatnya sendiri kemarin, sampai hari ini juga. Matanya setengah tertutup dan mulutnya menganga karena kekenyangan. Aku memandang monyet-monyet itu dengan muak. Kalian pura-pura tidak percaya kalau monyet-monyet itu menguasai kerajaan besar sampai terkecil. Monyet yang kusebutkan ini tidak selalu makan buah, sayuran, ataupun kacang. Mereka menerima dan memakan apa saja, selain makan rumput, bunga, dan daun kering. Kalau ditanya ini salah siapa, apa kita kembalikan kepada dosanya setan monyet? Didikannya memang salah. Manusia saja tahu kalau itu tidak baik. Memang, memalukan sekali hidup di Kerajaan Monyet, dan menjadi bagian dalam Lingkaran Setan Monyet. Yang kukatakan ini benar-benar menyedihkan.

(source image: google.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s