Mama, How are You Today? [Toedjoeh]

FallenLady

Buru-buru aku keluar ruangan untuk menelpon ayah, sambil mencari signal hp di sekitar teras kantor. “Tidak bisa dihubungi”, kataku dengan nada yang lagi-lagi menyalahkan signal. Temanku itu diam, tetap dengan tatapannya yang tidak puas. Ponsel-ku kembali berdering, dan kali ini adik iparku yang menelpon. Aku langsung membenarkan kecurigaan temanku tadi, yang mengira mertua adikku sakit lagi, karena memang sudah seringkali keluar-masuk IGD dengan penyakit asma-nya. “H-halo”, jawabku sedikit ragu. “Halo Oom”, suara Putri, ponakan adik iparku, “Nenek masuk Rumah Sakit, Oom. Sekarang di ruang IGD. Katanya tadi jatuh di kamar mandi. Nenek koma, Oom”. Aku tercengang. Bukan main terkejutnya aku. “Bang, Mama jatuh di kamar mandi. Kini di IGD Rumah Sakit. Koma”.

(source image: google.com)

Advertisements

Mama, How are You Today? [Enam]

iphone-6s-09

Aku pun melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda yang kutinggalkan beberapa hari yang lalu disini, sambil sesekali berdiskusi dengan mereka. Sedikitpun aku tidak merasakan bahwa akan terjadi sesuatu yang luar biasa, yang akan merubah kehidupanku kedepan. Sekitar jam 1 siang, tiba-tiba ponsel-ku berdering sebentar, lalu kemudian mati. “Dari siapa?”, tanya temanku yang langsung mendekat, tidak biasanya dia bersikap curiga seperti ini. “Ayah nelpon, tapi langsung putus”, jawabku seraya meletakkan kembali ponsel di atas meja, “mungkin jaringan, signal-kan agak susah disini ya”. “Telpon balik”, katanya lagi dengan tatapan penuh perintah, “jangan-jangan mertua adik-mu masuk rumah sakit lagi”, katanya.

(source image: google.com)

Mama, How are You Today? [Lima]

066143900_1450694902-phone_custom-802d84296db09eb55afba2c04b6a33797692100e-s800-c85__npr.org_

“Halo, Bang! Masih di kantor?”, aku menelpon temanku itu, “Kalau belum pulang, aku mau main kesitu”, kataku lagi. “Iya, datanglah, kami lembur sedikit nih”, jawabnya sambil tertawa. Perlahan kutancapkan gas, melaju ke arah bukit dimana kantornya berada. Tak lama aku tiba di area peternakan sapi bali seluas 5 hektar, yang di sekelilingnya menyajikan pemandangan seperti Telenovela. “Mau ngopi?”, tawarnya saat aku masuk ke ruangan. Mereka sungguh-sungguh masih sibuk bekerja menyelesaikan laporan bulanan. “Tadi sudah ngopi di rumah”, jawabku sambil meletakkan barang-barangku di atas mejaku. Ya, ini kantorku yang kedua, dimana aku juga punya meja kerja di kantor ini. Bekerja disini lebih asyik dan bisa lebih konsentrasi karena suasananya yang mendukung.

(source image: google.com)

Mama, How are You Today? [Empat]

o-STARTUP-facebook-1-750x422

Selama berkendara, pikiranku kemana-mana. Memikirkan banyak hal yang lucu dan aneh disekitarku. Tak jarang aku tertawa sendiri mengingat obrolanku dengan Mama beberapa hari ini. “Lho, ngantor juga? Tanggung lah, bentar lagi kita pulang lho”, goda temanku ketika aku memasuki ruangan. “Yaaah, di rumah juga nggak ada kerjaan”, jawabku sekenanya. Seperti biasa, aku bekerja sambil ber-senda-gurau dengan beberapa teman yang seruangan denganku, sampai pukul 11 yang menandakan waktunya kami pulang. Biasanya aku langsung pulang ke rumah untuk sholat Jum’at di Mesjid Muhammadiyah yang jaraknya tidak jauh dari rumah. Tapi ditengah perjalanan aku menghubungi teman kantorku, yang sudah kami anggap seperti saudara sendiri.

(source image: google.com)

Mama, How are You Today? [tiga]

images

Sebelum berangkat ke kantor, aku memeriksa dompet mama, mencari kunci yang dia inginkan tadi. Aku menemukan kuncinya, tapi kemudian aku berubah pikiran sewaktu melihat ayahku melintas di depan kamar. “Ayah nanti mau pergi nggak?”, tanyaku. Ayahku menggelengkan kepalanya. Akhirnya aku memutuskan tidak jadi mengantarkan kunci rumah ke sekolahan mama, karena ayah ada di rumah saat mama pulang kantor jam 11 nanti siang. Ayahku pensiun sudah hampir 2 tahun. Dia juga dulunya seorang guru. Dia menikmati masa pensiunnya dengan lebih banyak beraktifitas di rumah. Setelah pamitan ke ayah, aku mulai menyusuri jalanan yang biasa kutempuh menuju kantorku dengan kendaraan pribadi.

(source image: google)

Mama, How are You Today? [doea]

750x500-sekolah-di-indonesia-kekurangan-21-ribu-guru-agama-islam-1707044

Aku tidak melihat mama pagi itu. Jam segini mama biasanya sudah berangkat ke sekolah. Mamaku seorang guru di sekolah dasar (SD). Banyak sekali murid dan mantan muridnya, karena mama sudah menjadi guru selama lebih dari 35 tahun. Aku masuk ke dalam kamarku, meletakkan tas sandangku di atas tempat tidur, lalu mulai menyibukkan diri bekerja sambil menyiapkan perlengkapan sebelum berangkat ke kantor. Tak lama hp-ku berbunyi, pesan chat dari mama. ‘An sudah pulang?’. ‘Sudah, Ma’, balasku. ‘Belum berangkat ke kantor?’. ‘Belum, Ma’. ‘Nanti tolong bawakan kunci mama ya. Mama lupa bawa kunci rumah. Ada dalam dompet yang An belikan di Aceh, di kamar mama’. ‘Iya, Ma’. Itulah chat terakhirku dengan mama.

Mama, How are You Today? [satoe]

shalat-tahajud

Jumat dini hari aku terbangun sekitar pukul 3, dan ini sungguh tidak biasa buatku, kecuali karena alasan makan sahur di Bulan Ramadhan. Pernah aku terbangun karena memang perutku tiba-tiba mules. Tapi, kali ini sepertinya ada seseorang yang membangunkanku dan mengajakku sholat tahajjud. Saat aku mencoba beranjak dari tempat tidur, terdengar bisikan lain di telingaku, mencegahku. Nanti-nanti saja tahajjud-nya di rumah sendiri. Aku setuju, karena memang saat itu kebetulan aku sedang menginap di rumah Abang Sepupu-ku. Aku tetap ke kamar mandi untuk buang air kecil, lalu melanjutkan tidur sampai pagi. Sekitar pukul 7 pagi aku pulang ke rumah karena hari itu aku harus berangkat ke kantor. Aku melihat ayahku sedang menyusun beberapa barang di garasi.

(source image: google.com)