Novel – Burning Memory [Toedjoeh]

Nenek sangat mencintai kami semua, terutama cucu-cucunya. Bagiku, nenek adalah inspirasiku. Cinta yang ia berikan murni dan belum tergantikan, nyaris mengalahkan cinta orangtuaku. Aku teringat masa kecil dulu, kami sering duduk-duduk dan bergelut di tepi danau menatap langit senja, dengan sepiring kue buatan nenek. Nenek sangat pandai memasak. Aku sering minta dibuatkan srikaya, sejenis kue…

Novel – Burning Memory [Enam]

Kehidupan perkawinan tanteku yang bernama Diana gagal dua kali. Dua kali pula kedua mantan suaminya tidak sanggup berkomitmen setia hingga akhir nanti. Dia berpisah dengan suami pertamanya karena KDRT dan suka main judi. Sedangkan dengan suami yang kedua karena ternyata punya istri tua yang masih sah, yang tidak mau diceraikan. Satu-satunya ikatan yang masih tersisa…

Novel – Burning Memory [Lima]

Rasanya hanya aku dan adik-adikku, juga sepupu-sepuku yang tidak dekat dengan pria tua ini. Berbeda sekali dengan cerita yang sering kubaca di majalah anak-anak, buku pelajaran sekolah, atau sinetron di tv, bahwa figur kakek adalah seorang yang penyayang dan tempat bermanja. Aku tidak main-main, kakekku sangat galak, menurutku. Orangnya sangat tegas dan keras kepala. Aku…

Novel – Burning Memory [Empat]

“Sudah Aku putuskan”, kata adik laki-laki ibuku yang paling tua sambil berlalu menuju dapur, sepertinya dia lapar. Ibuku segera menyusul. “Uni tidak akan memaksa karena ini sepenuhnya pilihanmu”, kata Ibuku, “Tapi Uni hanya menyayangkan masa depan Kamu”. “Tidak ada gunanya dipaksakan lagi, Uni. Uni kan sudah kenal Aku”, dia meletakkan gelas minumannya, “Bahkan otakku semakin…

Novel – Burning Memory [Tiga]

Tidak ada alasan untuk menundanya lagi. Ini waktu yang tepat untuk lahir. Umurku sudah cukup, kata bidan. Agar mereka di luar sana segera melihat wujudku yang seutuhnya. Apakah mereka akan semaput melihatku nanti, Aku tak perduli. “Sudah lahir”, Aku mendengar suara seorang pria muda. Seorang wanita yang nantinya kukenal sebagai Ibuku menitikkan airmata. Mungkin dia…

Novel – Burning Memory [Doea]

Ibuku dulu pernah bercerita, dan seringkali bercerita, kalau dia ingin sekali menjadi seorang bidan. Sebagai anak pertama dari sepuluh bersaudara, jiwa penyayang telah mengakar disetiap tindakannya, meskipun sembilan orang adiknya adalah adik yang berbeda ayah. Tapi yang harus ia sadari adalah betapa mahalnya sebuah impian dengan latar belakang orang tua yang pekerjaan dan penghasilannya tidak…

Novel – Burning Memory [Satoe]

Keluargaku mempunyai kebiasaan mengobrol di meja makan. Beberapa topic ringan sering diangkat. Termasuk tentang runtuhnya kejayaan keluarga besarku di kota tempat dimana selama ini mereka berkuasa. Sebelumnya, adikku pernah mengirimiku sms, ketika Aku sedang berjuang menyelamatkan masa depanku di kota lain, kalau tahun ini adalah masa-masa sulit bagi keluarga. Aku hampir menitikkan airmata di layar…