Novel – Galaksi [Sebelas]

cahaya-bulan-purnama-bikin-susah-tidur

Aku terkejut, ternyata pasir bintang juga bisa mempunyai rahasia-rahasia. Bersama cahaya bulan, mereka menjaganya dengan sangat baik. Dia memberitahukanku untuk berhenti mengejar galaksi, mengejar mimpiku. Karena aku seperti orang yang tidak waras kalau memikirkannya, meskipun itu sungguh menyenangkan hati, membuat merasa sangat bahagia saat memandangnya, lalu berubah sedih. Tetapi inilah rahasiaku, yang kusimpan di dasar kalbu. “Aku cukup puas”, bantahku kepada padang pasir, ketika perasaan ketidakadilan ini mulai muncul di kepalaku, menari-nari dengan tarian yang berbahaya. Aku melihat dia tertidur di hadapanku, sambil memangku salah satu planetnya yang manja. Dia memiliki banyak hal yang lebih berharga, daripada sekedar merasakan hatiku yang rapuh karenanya. Hatinya sudah dipenuhi dengan kesetiaan pada cahaya matahari.

[source image: google.com]

Novel – Galaksi [Sepoeloeh]

mendung

Aku sadar betul, saat ini kami hanya berteman. Tidak kurang, juga tidak mungkin lebih. Meski begitu, perhatianku padanya sangat menyeluruh. Bulu matanya yang lentik, yang mencakar-cakar udara malam ketika berkedip, membuatku salah tingkah. Memikirkan senyumnya setiap sebelum tidur dan bangun tidur, seperti merasakan mendung tanpa harus menatap langit, membuat galau, tapi sangat dirindukan oleh padang pasir. Kalau boleh, setiap minggu aku ingin mengunjunginya di langit sana. Rasanya seperti berabad-abad kalau beberapa hari saja tidak bertemu dengannya, karena setiap hari kami sibuk masing-masing. Aku sibuk menjahit awan yang dikoyak petir, sedangkan dia sibuk mengatur planet-planetnya agar tidak merengek-rengek. Sebentar saja dia sudah tiba di pasar traditional, membeli tepung bintang.

(source image: google.com)

 

Novel – Galaksi [Sembilan]

nike-sea

Ketertarikanku padamu bukanlah sebuah kesalahan atau dosa. Kadarnya bertambah terus setiap waktu, dan secara biologis selalu mendidih setiap berdekatan denganmu. Sejujurnya, perasaan ini tidak terjadi pada setiap orang yang pernah dekat denganku, ataupun yang aku dekati. Hanya pada orang yang benar-benar kusenangi. “Mau minum air laut?”, dia menawarkan sesuatu yang tidak mungkin ditolak olehku si pecinta samudera. Sulit kupercaya, akhirnya kami duduk begitu dekat, hanya bersebelahan pulau. Rasanya jantungku berhenti berdetak saat itu. Sambil menikmati aroma air pasang, kami mulai mengobrol. Inilah saat-saat yang aku tunggu. Dia mendengarkan cerita-cerita sederhana yang aku lemparkan. Bahkan dia melihat mataku dengan baik, dan tersenyum manis. Perlahan akhirnya kami menjadi sangat akrab.

(source image: google.com)

Novel – Galaksi [Delapan]

Star Gazing with CometMungkinkah aku melakukan sebuah kesalahan besar. Aku hanya ingin melihatmu secara utuh. Lebih dekat lagi, agar terlihat jelas keindahanmu. Maafkan aku, galaksiku. Aku hanya ingin memenggenapkan rasa penasaranku saja. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa memilikimu. Jadi, dengan begini mungkin cukup mengenyangkan laparku akan pesonamu. Mulutku terbuka, menganga, dan jantungku bergerak sangat cepat. Seakan tak percaya, akhirnya aku bisa melihat dan mendengar gerakan-gerakanmu. Alangkah indahnya dirimu, meskipun tidak semuanya berhasil kuamati. Aku merasa sangat beruntung. Aku tak ingin kehilangan setiap detik yang berharga ini. Selama ini aku hanya bisa memikirkanmu, dan membayangkanmu. Tidak salah rasanya aku mengagumimu. Karena kamu memang pantas, karena kamu memang menarik.

(source image: google.com)

Novel – Galaksi [Toedjoeh]

imagesAku membutuhkan seorang penyemangat, yang datang dari atas langit juga tak apa-lah. Karena ini penting untuk menjalani hari-hariku yang mulai membosankan. Begitulah orang dewasa, banyak maunya. Seseorang itu akhirnya muncul, mengenakan mantel hujan, menerobos gerimis tebal sore itu. Senyumnya yang manis tapi hemat tidak pernah aku lupakan sejak terakhir kami bertemu. Dia bertanya sesuatu saat menjabat tanganku, dengan telapak tangannya yang dingin terpapar angin dan hujan. Ah! Sebenarnya aku tidak begitu suka keadaan ini. Saat dimana aku berada sangat dekat dengan orang yang kusukai. Kami duduk bersama, mengobrol dan tertawa di ruang tv, sambil ngopi-ngopi. Sesekali aku mencuri pandang menatap wajahnya yang menawan. Melihatnya tersenyum dengan gigi-geligi yang rapi, membuatku merasa salah tingkah.

(source image: google.com)

Novel – Galaksi [Enam]

sedihAku tahu, perasaan ini sebenarnya salah dan tidak boleh terjadi. Aku sudah mengingatkan kepada diriku sendiri berkali-kali, kalau dia sebenarnya milik orang lain sudah sejak lama. Sudah ada seseorang yang menikmati cintanya. Aku terlambat beberapa langkah. Aku merasa sangat malang, sedih, pilu dan perih. Tapi inilah kenyataan yang harus kuhadapi. Penderitaan cinta yang kuciptakan sendiri, perasaan yang tak mampu kuucap. Tak seorangpun yang tahu tentang perasaanku ini. Tidak dia, tidak juga mereka. Hanya aku dan Tuhanku saja. Aku ingin sekali memelukmu, galaksiku. Aku ingin sekali berenang dan membubung di dalam hatimu, tanpa aku harus menjadi seorang astronot terlebih dahulu agar aku bisa menikahimu. Suatu hari nanti, siapa yang tahu aku akan memegangmu dan kita mungkin akan bersama. Tapi mungkin tidak akan pernah terjadi.

(source image: google.com)

Novel – Galaksi [Lima]

Christmas_collection_-_Angel_WingsAku tersenyum membayangkan dia mengepakkan sayapnya untukku. Kulitnya yang gelap, dengan deretan gigi-geligi yang putih, tinggi menjulang, bagai mengamati bintang di gelapnya langit malam yang indah. Aku tak ingin melewatkan sedetikpun untuk menatapnya ketika ia berjalan, duduk, atau tertidur disekitarku, meski hanya dari sudut mataku. Bertemu dengannya adalah sebuah keajaiban, karena tidak setiap saat hal itu bisa terjadi. Bertemu dengannya memuaskan dahagaku, mengenyangkan laparku. Aku tidak akan berhenti memandanginya dengan teropong bintangku, sampai kilaunya benar-benar sirna. Aku terlalu takut untuk menyapanya, memanggil namanya. Meskipun aku pernah mengajaknya berbicara, tentang nama-nama planet, tentang rerumputan, tentang alam semesta, tentang apa saja yang menurutku menarik. Tetapi dia tidak menghiraukanku.

(source image: google.com)