Novel – Galaksi [Sebelas]

Aku terkejut, ternyata pasir bintang juga bisa mempunyai rahasia-rahasia. Bersama cahaya bulan, mereka menjaganya dengan sangat baik. Dia memberitahukanku untuk berhenti mengejar galaksi, mengejar mimpiku. Karena aku seperti orang yang tidak waras kalau memikirkannya, meskipun itu sungguh menyenangkan hati, membuat merasa sangat bahagia saat memandangnya, lalu berubah sedih. Tetapi inilah rahasiaku, yang kusimpan di dasar…

Novel – Galaksi [Sepoeloeh]

Aku sadar betul, saat ini kami hanya berteman. Tidak kurang, juga tidak mungkin lebih. Meski begitu, perhatianku padanya sangat menyeluruh. Bulu matanya yang lentik, yang mencakar-cakar udara malam ketika berkedip, membuatku salah tingkah. Memikirkan senyumnya setiap sebelum tidur dan bangun tidur, seperti merasakan mendung tanpa harus menatap langit, membuat galau, tapi sangat dirindukan oleh padang…

Novel – Galaksi [Sembilan]

Ketertarikanku padamu bukanlah sebuah kesalahan atau dosa. Kadarnya bertambah terus setiap waktu, dan secara biologis selalu mendidih setiap berdekatan denganmu. Sejujurnya, perasaan ini tidak terjadi pada setiap orang yang pernah dekat denganku, ataupun yang aku dekati. Hanya pada orang yang benar-benar kusenangi. “Mau minum air laut?”, dia menawarkan sesuatu yang tidak mungkin ditolak olehku si…

Novel – Galaksi [Delapan]

Mungkinkah aku melakukan sebuah kesalahan besar. Aku hanya ingin melihatmu secara utuh. Lebih dekat lagi, agar terlihat jelas keindahanmu. Maafkan aku, galaksiku. Aku hanya ingin memenggenapkan rasa penasaranku saja. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa memilikimu. Jadi, dengan begini mungkin cukup mengenyangkan laparku akan pesonamu. Mulutku terbuka, menganga, dan jantungku bergerak sangat cepat….

Novel – Galaksi [Toedjoeh]

Aku membutuhkan seorang penyemangat, yang datang dari atas langit juga tak apa-lah. Karena ini penting untuk menjalani hari-hariku yang mulai membosankan. Begitulah orang dewasa, banyak maunya. Seseorang itu akhirnya muncul, mengenakan mantel hujan, menerobos gerimis tebal sore itu. Senyumnya yang manis tapi hemat tidak pernah aku lupakan sejak terakhir kami bertemu. Dia bertanya sesuatu saat…

Novel – Galaksi [Enam]

Aku tahu, perasaan ini sebenarnya salah dan tidak boleh terjadi. Aku sudah mengingatkan kepada diriku sendiri berkali-kali, kalau dia sebenarnya milik orang lain sudah sejak lama. Sudah ada seseorang yang menikmati cintanya. Aku terlambat beberapa langkah. Aku merasa sangat malang, sedih, pilu dan perih. Tapi inilah kenyataan yang harus kuhadapi. Penderitaan cinta yang kuciptakan sendiri,…

Novel – Galaksi [Lima]

Aku tersenyum membayangkan dia mengepakkan sayapnya untukku. Kulitnya yang gelap, dengan deretan gigi-geligi yang putih, tinggi menjulang, bagai mengamati bintang di gelapnya langit malam yang indah. Aku tak ingin melewatkan sedetikpun untuk menatapnya ketika ia berjalan, duduk, atau tertidur disekitarku, meski hanya dari sudut mataku. Bertemu dengannya adalah sebuah keajaiban, karena tidak setiap saat hal…