Novel – Mata Emas [Empat]

[salah monyet] Bagaimana yah menggambarkan sosok seorang monyet. Sifat buruknya yang kulihat, suka mengambil sesuatu yang bukan haknya. Mereka seperti selalu kehausan. Kebanyakan dari mereka hidup di kebun-kebun yang belum tentu milik mereka, dan hutan-hutan yang sudah pasti milik kerajaan. Berani sekali kamu berbicara begitu, kata mereka marah. Kamu berani bilang begitu karena kamu belum bermetamorfosis menjadi monyet…

Novel – Mata Emas [Empat]

[penyihir gendut] Banyak hal dilakukan para penyihir disini yang menusuk-nusuk hati rakyat jelata. Mereka seringkali tertawa dengan renyahnya padahal suara merintih terdengar dimana-mana. Mereka juga tidak pernah capek untuk selalu melukis kebohongan demi kebohongan untuk di dengar oleh orang-orang. Tidak pernah capek melakukan kejahatan yang begitu rapi. Padahal para rakyat sudah merasa sangat muak dengan…

Novel – Mata Emas [Tiga]

[batavia kedua] Aku ingin mengatakan kepada seorang temanku dalam sebuah dialog ringan, bahwa kotaku tidaklah se-kampung yang dia pikirkan. Dia bisa membuktikan lewat Wikipedia yang terkenal itu, atau datang sendiri dan melihat langsung sesuatu yang konon pada zaman penjajahan Belanda, kotaku sering disebut-sebut sebagai Batavia Kedua. Sesuatu itu adalah tempat penambangan emas, dikenal dengan sebutan…

Novel – Mata Emas [Doea]

[mobil mewah] Benda kotak-kotak yang dapat melesat kencang, susul-menyusul hadir di jalanan, melengkapi citra kotaku yang mencari jati dirinya menuju tema yang lebih modern. Bahkan, model terbaru yang baru muncul di iklan tv dan surat kabar, sudah melenggak-lenggok indah disini. Dulu kota ini penuh dengan cerita hantu. Sekarang, penuh dengan mobil mewah berwarna putih, seputih…

Novel – Mata Emas [Satoe]

[kencing di kuburan] Setiap hari, baik itu pagi, siang, ataupun sore dalam dua bulan terakhir sejak Aku kembali pulang ke rumah, pemandangan aneh ini selalu terlihat. Kebiasaan yang sepertinya sudah lama dan biasa dilakukan oleh orang-orang itu. Manusia, yang kurang manusiawi menurutku, bertemu dengan mantan manusia yang bergelar almarhum dan almarhumah, di tempat yang seharusnya…