Novel – Mikroskop Office 2008 [Empat]

Akhir-akhir ini, sebagian besar waktunya habis di luar kota dibandingkan di tempat kerja. Seorang karyawan biasa dengan posisi jabatan sebagai staf biasa. Hampir semua orang disini sudah kurang berempati dengan sikapnya yang seenaknya, termasuk Nyonya Besar Kantor. Hari ini dia masuk kantor, besok tidak masuk tiga hari dengan alasan sakit. Hari ini dia masuk kantor,…

Novel – Mikroskop Office 2008 [Tiga]

Awalnya aku membiarkan tingkahnya yang betul-betul diluar batas. Padahal, tanpa disadari, dia membuat citra buruk untuk dirinya sendiri. Dia mencari kebebasan yang benar-benar bebas, di dalam pembatasan. Kita sama-sama mencari hidup di disini dengan penghasilan yang layak. Siapapun bisa marah dan diluar kendali jika sudah keterlaluan. Lantas apa yang membedakan antara kaum intelek dengan masyarakat…

Novel – Mikroskop Office 2008 [Doea]

Mahluk ajaib yang kadang-kadang ramai sendiri ini bergabung setelah empat tahun aku bekerja. Bukan pemandangan baru buatku melihat beragam jenis manusia. Yang kutahu, dia berusaha untuk masuk kerja sepagi mungkin. Tapi sering juga aku melihat dia datang agak terlambat, ketika aku masuk kerja lebih pagi tentunya. Sama seperti beberapa karyawan lainnya yang sudah menikah, dia…

Novel – Mikroskop Office 2008 [Satoe]

Aku tidak jadi menetap untuk beberapa tahun lagi di perusahaan asing ini. Tidak ingin mengikat diri lebih lama lagi perusahaan singa. Aku pantas merasa beruntung diantara sarjana lain yang mengahadapi matahari terbenam, karena diberikan kemudahan dalam berkarir. Aku teringat di awal tahun 2008-an ketika Aku lulus menjadi abdi negara, Aku sempat bertanya dalam hati sebelum…