Novel – Pacar Empat Hari [Enam]

Sialan. Ternyata dia mau ‘kopi darat’ a.k.a ketemuan dengan orang yang baru saja dikenalnya lewat chating tadi. “Dia nungguin di pintu depan, Un”, Kinoy menarik lenganku, “Klo gue udah nyampe, gue disuruh miscall”. “Dasar lu. Yawdah lu kesana aja. Gue mau ke supermarket dulu”, aku berhenti sejenak membuat gerakan berpencar. “Un, tunggu dulu,…”, Kinoy tergopoh-gopoh…

Novel – Pacar Empat Hari [Lima]

Mobil kuparkir di basement dekat pintu keluar. Ini malam Selasa, tapi Mall yang kami datangi tetap saja ramai pengunjung. Crocodilaz-Net, café internet paling cozy yang pernah kutemui ada di Mall ini. Letaknya di lantai paling atas. “Harusnya lu parkir mobil tadi di parkiran atas aja, Un. Capek nih kaki gue”, keluh Kinoy sambil sesekali mengusap…

Novel – Pacar Empat Hari [Empat]

“Gimana, Un?”, seru Kinoy. “Apanya yang gimana?”. “Jadi mau ikut gue nggak? Gue mau ke warnet, sekarang”. Mungkin tidak ada salahnya Aku ikut Kinoy ke warnet, pikirku. Aku langsung beranjak meninggalkan ruang tv menuju kamar. Aku mengambil celana jeans warna abu-abu pucat, t-shirt abu-abu gelap polos, dan blazer biru dari lemari. “Pada mau kemana sih malem-malem gini?”, celetuk…

Novel – Pacar Empat Hari [Tiga]

Tiara dan Cut Mona menawarkan kepadaku untuk tinggal serumah dengan mereka. Mereka berdua seniorku dikampus. Kami mengontrak rumah di daerah Depok. Kinoy, temannya Tiara, mahluk pemalu asal Garut yang sedang mencari pekerjaan dengan gelar Sarjana Pertanian-nya itu juga ikut numpang tinggal dikontrakan kami. Aku sih tidak masalah. Lagipula, sepertinya dia cukup baik. Bagiku, teman Tiara temanku juga. Tiga bulan…

Novel – Pacar Empat Hari [Doea]

Malam hari Kota Jakarta tampak begitu indah. Ibukota yang super-padat itu ternyata punya wajah cantik juga di waktu lain. Dari dalam pesawat, lampu-lampu gedung dan kendaraan yang bergerak tampak berkilauan seperti butiran bintang-bintang yang bertebaran di daratan, yang sama hitamnya dengan angkasa. Tak lama pesawat yang Aku tumpangi mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Aku meninggalkan Medan dua jam yang…

Novel – Pacar Empat Hari [Satoe]

Aku masih patah hati. Pacarku yang kemarin akhirnya minta putus. Dia bilang, orangtuanya ingin dia segera menikah, mengingat umurnya yang sudah kepala tiga. Tapi heran, dia tidak menawarkan hal itu ke Aku sekalipun. Sakit memang. Dia malah bilang, kalau dia sudah punya calon yang akan dinikahinya, dan ini bukan pilihan orangtuanya, melainkan pilihan dia sendiri….