Benarkah Bagian Kentang yang Berwarna Kehijauan Tak Boleh Dimakan?

racun-kentangKentang umumnya berwarna kecoklatan atau kekuningan. Tetapi, biasanya kita juga menjumpai kentang yang di beberapa bagiannya berwarna hijau yang pekat. Warna kehijauan ini rupanya racun yang tak boleh dikonsumsi. Warna hijau dalam permukaan kentang itu ternyata sangat berbahaya.

Warna tersebut membuktikan kalau kentang mengandung racun berbahaya yang tentunya tidak boleh dikonsumsi. Bila Anda menemukan warna kehijauan di daging kentang yang Anda beli, sebaiknya potong daerah berwarna kehijauan tersebut kemudian buang.

Warna hijau tersebut sebenarnya adalah klorofil. Zat ini sebenarnya tak berbahaya. Namun, adanya klorofil di permukaan kentang membuktikan bahwa kentang tersebut telah terkena sinar matahari langsung. Karenanya bagian daging kentang yang terkena sinar matahari menjadi daerah dimana racun alami dari kentang yang bernama solanine terkonsentrasi dan sampai di titik berbahaya.

Jadi, sebaiknya simpanlah di tempat yang sejuk dan tempat yang gelap atau bebas cahaya matahari. Karena kalau tidak, solanine yang sebenarnya adalah bentuk pertahanan si kentang terhadap jamur dan hama akan mencuat keluar. Hal ini juga terjadi jika kentang Anda rusak dan memar, jadi sebaiknya buang kentang yang keadaannya seperti itu.

Seperti yang diulas di Wikipedia, menggoreng kentang dengan teknik deep fried yang digoreng dalam temperatur tinggi akan meminimalkan tingkat racun tersebut. Lain halnya jika hanya merebusnya. Racun tersebut akan tetap tinggal disana.

Jika ingin lebih sederhana, cukuplah hanya membuang bagian hijaunya saja. Ada juga yang berkata bahwa kecambah dari kentang juga mengandung solanine, hal itu berarti kentang tidak dapat dimakan. Apa penyebabnya jika kentang berwarna kehijauan ini tetap dimakan?

Hal ini akan menyebabkan Anda mual-mual, muntah, sakit perut, diare, radang ternggorokan, sakit kepala, pusing, sampai halusinasi. Bahkan, kabar buruknya adalah, jika Anda mengonsumsi kentang hijau sebanyak 3 sampai 6 mg per kilogram dari berat badan, solanine ini akan menyebabkan kematian! Gejalanya terlihat setelah 6 sampai 12 jam kemudian, tetapi bisa terjadi beberapa menit jika kandungan racunnya sangat tinggi.

(source article: http://food.detik.com/read/2013/11/27/101712/2424715/297/benarkah-bagian-kentang-yang-berwarna-kehijauan-tak-boleh-dimakan)
Advertisements

Lima Sumber Racun

cara-mengatasi-keracunan-300x300

  1. UDARA. Kita sadari kita sangat membutuhkan udara. Sebenarnya kita hanya membutuhkan udara yang segar /oksigen murni saja. Dikondisi lingkungan sekarang ini kita tidak bisa menghindari unsur yang lain yang merupakan sampah udara, kita ambil dan kita masukkan ke dalam rongga dada kita, berhari-hari berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Bahkan kalau perlu kita masukkan secara sengaja dengan mengisap rokok. Entah apa yang terjadi di dalam paru-paru kita itu. Apakah kita pernah membersihkan alat pernafasan kita dari sampah-sampah udara.
  2. AIR. Kita sangat tergantung sekali dengan air. Air sebagai sumber kehidupan. Apakah air yang kita gunakan untuk menopang kehidupan kita sudah aman? Pencemaran sudah dimana-mana tidak hanya di udara, air pun sudah tercemar.
  3. BUAH-BUAHAN DAN SAYUR. Ada beberapa pihak petani atau siapapun yang terlibat dalam proses produksi yang hanya berorientasi untung semata tidak memperhatikan efek yang akan di derita para konsumen dengan menambahkan zat kimia yang berbahaya (seperti pestisida dan sejenisnya) sehigga hama pun tidak berani mendekat apalagi memakannya.
  4. OBAT-OBATAN, BAHAN PENGAWET, DAN PEWARNA MAKANAN. Kita sadari semua sering sekali kita mencoba menjadi dokter untuk diri kita sendiri bahkan untuk keluarga kita dengan memberikan obat saat kita sakit atau keluarga kita sakit, apakah kita tau apa yang kita lakukan. Kita tidak tahu. Kita hanya menebak-nebak yang kita tahu. Liver kita mampu menetralisir racun dalam tubuh kita dalam waktu 3 bulan, bagaimana kalau kita sering minum obat kimia? Belum lagi kita sering makan-makanan yang menggunakan zat pengawet dan pewarna makanan berhari-hari, ber-bulan-bulan bahkan bertahun-tahun, apa yang terjadi pada tubuh kita.
  5. PANGAN ASAL HEWAN. Dapat berupa daging ayam, sapi, susu, telur, dan olahan lainnya yang tercemar mikroba atau bahan kimia.

(source article: http://5sumberracun.blogspot.com/)

Waspada Racun di Sekitar Kita

PBukan hanya racun nikotin dan temannya-temannya ‘yang’ hidup dalam sebatang rokok, yang membuat kita jadi rentan sakit. Masih banyak racun lain yang tanpa sengaja masuk ke tubuh kita. Efek jangka pendek dari kompilasi racun-racun ini adalah meningkatnya debar jantung dan kecepatan napas, serta menurunnya suhu kulit. Sementara efek jangka panjangnya adalah menyerang sistem kerja organ tubuh bagian dalam. Berikut ini hanya 5 racun dari ratusan racun di sekitar kita:

Merkuri
Efek: sel kekebalan tubuh melawan sel tubuh kita sendiri, sehingga menyebabkan antara lain artritis, tiroiditis, multiple sklerosis, dan lupus. Merkuri juga mengganggu sistem saraf. Semua kerusakan yang diakibatkan merkuri bersifat permanen. Merkuri umumnya terdapat di makanan laut.
Solusi: kurangi konsumsi seafood.

Kadmium
Efek: menyebabkan pembengkakan jantung, hipertensi, dan mengganggu fungsi ginjal. Salah satu sumber utama kadmium adalah kerang-kerangan.
Solusi: kurangi konsumsi lobster, kepiting, dan tiram. Mereka menyerap virus, limbah, dan sejumlah besar kadmium, yang dapat menimbulkan keracunan. Kadmium juga ditemukan persediaan air, khususnya dalam pipa berlapis seng. Karena itu, sebaiknya tidak minum langsung dari keran.

Timah
Efek: mengganggu fungsi otak dan sistem saraf, serta melumpuhkan zinc, tembaga, dan zat besi, mineral yang sangat penting bagi tubuh kita. Timah dijumpai dalam hampir setiap makanan, khususnya jika makanan yang berasal dari tanaman di dekat daerah industri atau dekat jalan raya yang ramai. Partikel timah yang dikeluarkan knalpot, diserap tanaman dan binatang, lalu masuk ke tubuh kita lewat mereka.
Solusi: Hindari berolahraga di jalanan yang terpolusi dan hindari makanan dalam kemasan.

Aluminium
Efek: berdasarkan penelitian, penyakit alzheimer berkaitan dengan aluminium.
Solusi: kurangi asupan alumunium yang antara lain terkandung dalam obat maag, baking powder, keju proses, dan garam meja. Hindari pula antiperspirant yang mengandung aluminium.

Karbonmonoksida
Efek: gas yang berbahaya ini mampu merusak lapisan dalam pembuluh darah dan meningkatkan endapan lemak pada dinding pembuluh darah. Akibatnya,  meningkatkan risiko serangan jantung.
Solusi: hindari terlalu sering terpapar asap kendaraan. Kalau menunggu kendaraan umum di pinggir jalan, gunakan masker.

(source: http://www.femina.co.id/)