Black-Forest [Empat]

Setidaknya aku mengambil porsi keceriaan itu, menikmati kebersamaan, bukan sibuk sendiri dengan perasaanku kepadanya. “Malam kali pulangnya. Itu teh manis yang kakak buat sudah dingin”, ujar bibinya dari bilik kamarnya. Seringkali aku pulang kantor dengan perasaan seperti selembar kertas tipis yang melayang-layang ditiup angin dari knalpot mobil truk, begitu kumal dan lecek. Aku bekerja di…

Novel – My Dreams Will Come True [Enam]

Musim hujan bulan ini cukup ekstrim. Beberapa lokasi dilaporkan mengalami musibah banjir. Meninggalkan luka di hati, dan sampah di lingkungan. Sampah plastik, sampah masyarakat, lumpur dan tanah, serta tissue bekas. Hari itu, entah bagaimana, hanya ada dua sapi di peternakan berkelas di kota yang juga korban banjir. Sebenarnya peternakan itu belum layak dapat bintang, meskipun…

Novel – Grand-Grand [Enam]

Nenek bukanlah manusia unik yang harus kami elu-elukan. Dia hanya orang baik. Keinginannya sangat sederhana. Dia hanya ingin kami selalu menjaganya. Memadamkan kekhawatirannya. Membuatnya selalu merasa tenang ketika duduk, diam, dan berjalan. Hingga dia dapat merasakan bahwa kami adalah sumur kebahagiaan hidupnya. Sementara kami  terlalu sibuk dan berputar dalam lingkaran hidup kami masing-masing. Dia pernah…

Novel – Galaksi [Sebelas]

Aku terkejut, ternyata pasir bintang juga bisa mempunyai rahasia-rahasia. Bersama cahaya bulan, mereka menjaganya dengan sangat baik. Dia memberitahukanku untuk berhenti mengejar galaksi, mengejar mimpiku. Karena aku seperti orang yang tidak waras kalau memikirkannya, meskipun itu sungguh menyenangkan hati, membuat merasa sangat bahagia saat memandangnya, lalu berubah sedih. Tetapi inilah rahasiaku, yang kusimpan di dasar…

Novel – Galaksi [Sepoeloeh]

Aku sadar betul, saat ini kami hanya berteman. Tidak kurang, juga tidak mungkin lebih. Meski begitu, perhatianku padanya sangat menyeluruh. Bulu matanya yang lentik, yang mencakar-cakar udara malam ketika berkedip, membuatku salah tingkah. Memikirkan senyumnya setiap sebelum tidur dan bangun tidur, seperti merasakan mendung tanpa harus menatap langit, membuat galau, tapi sangat dirindukan oleh padang…